Yusuf Blog News :

Latest Post

Showing posts with label Tanaman Buah. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Buah. Show all posts

Creambath Alpukat

Written By INSPIRASI on Monday, May 14, 2012 | 10:33 PM


Perempuan sangat memerhatikan rambutnya dengan sejumlah perawatan. Salah satunya dengan creambath. Buah-buahan kerap menjadi pilihan kaum hawa untuk menjaga mahkotanya.

Jenis buah yang cocok untuk dijadikan salah satu bahan  creambath adalah alpukat. Apa sebenarnya fungsi alpukat untuk rambut?

"Buah ini juga bagus untuk menutrisi rambut yang rusak. Creambath dengan buah alpukat bisa membuat rambut jadi lebih bersinar, lebih kuat, sehat dan mudah diatur," tutur Owner Sakura Salon Bandar Lampung, Mona Zera.

Ia mengatakan, Kulit alpukat dibuka lalu dikeruk bagian dagingnya dan dihancurkan dengan cara diblender dan dicampur susu sapi murni.

"Kemudian dicampur perasan jeruk nipis dan satu sendok madu, lalu diaduk hingga rata. Dan akhirnya bisa digunakan untuk perawatan creambath," paparnya.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Manfaat Buah Leci


Konsumsi leci secara langsung mungkin belum terlalu umum bagi masyarakat di Indonesia. Umumnya masyarakat mengkonsumsi leci dalam bentuk olahan atau dengan campuran. Padahal leci merupakan buah yang telah melegenda di Cina. 

Tapi terlepas dari terkenal atau tidaknya buah ini, leci memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh. Menurut penelitian dari Universitas Zhejiang Gonshang dan Rumah Sakit Cina Barat yang berada di Universitas Sichuan, leci memiliki manfaat yang luar biasa. 

Dari hasil penelitian, leci memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan oleh pertumbuhan tulang dan pembentukan tubuh. Mineral dalam leci termasuk di dalamnya kalsium, fosfor dan magnesium. 

Tak hanya itu, leci juga baik untuk kecantikan. Konsumsi leci dapat memperhalus kulit, memperkaya darah dan mengembalikan stamina tubuh. Leci juga disebut dapat mencegah pertumbuham sel kanker dalam tubuh. Dari hasil penelitian tersebut, leci mengandung flavonoid yang terbukti sangat efektif melawan kanker payudara. Leci juga merupakan sumber vitamin c, vitamin C ini dapat melawan penyakit jantung dan kanker. Vitamin C juga baik untuk tulang dan jaringan

Leci merupakan salah satu buah dengan kandungan lemak yang sangat rendah. Jadi, konsumsi leci baik untuk seseorang yang sedang menjalankan diet. Selain itu leci juga baik untuk orang yang dalam kondisi lemah dan baik bagi orang lanjut usia.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Sembilan Fakta Menarik Semangka

Written By INSPIRASI on Friday, May 4, 2012 | 8:56 AM


Semangka menjadi buah favorit semua orang di musim panas. Tapi tahukah Anda bahwa semangka itu bukan buah? Nah, berikut ini sepuluh fakta menarik lainnya tentang semangka yang tidak terduga.

1. Tidak hanya melepas dahaga, semangka bisa mengatasi peradangan seperti asma, aterosklerosis, diabetes, kanker usus dan arthritis.

2. Lebih dari 1200 varietas semangka tumbuh di seluruh dunia.

3. Makanan kesehatan ideal karena tidak mengandung lemak atau kolesterol. Tinggi serat, vitamin A dan c juga merupakan sumber potasium terbaik.

4. Semangka merah muda menjadi sumber antioksidan untuk menetralisir radikal bebas.

5. Semangka adalah sayur. Sama seperti mentimun dan labu.

6. Semangka tumbuh di lebih dari 96 negara di dunia.

7. Di China dan Jepang menjadi buah tangan.

8. Di Israel dan Mesir, rasa manis semangka dipadankan dengan rasa asin dari keju feta.

9. Setiap bagian semangka bisa dimakan. Bahkan biji dan kulit. 


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Segudang Khasiat Nenas

Written By INSPIRASI on Thursday, June 9, 2011 | 5:42 PM

Nanas adalah buah yang memiliki mata yang banyak  dan memiliki  warna kuning keemasaan. Nanas memiliki segudang khasiat untuk tubuh kita, baik untuk kecantikan maupun kesehatan. Pohon nanas sendiri dapat tumbuh subur di daerah beriklim tropis seperti di indonesia dengan masa panen relatif singkat, yaitu antara 2 sampai 3 kali setahun.
buah_nanasItulah alasan kenapa buah nanas menjadi sangat terjangkau untuk masyarakat luas.. namun demikian sebenarnya buah  nanas  bukan berasal  dari indonersia  melainkan dari  negara-negara  Amerika latin seperti Brazil, Paraguay,  dan Bolivia.
Tak hanya buahnya saja yang berkhasiat, tetapi bagian lain dari  nanas juga berkhasiat seperti, kulit yang berfungsi untuk membersihkan  batu marmer.  Daun  nanas berfungsi sebagai piretik (penurun panas). Lantas kita selalu berpikir tentang kandngan apa yang ada pada buah nanas ? diantaranya adalah Vitamin C yang cukup tinggi atau sekitar 12 mg dalam 78 gr nanas.
Nanas juga  mengandung phitochemical yang baik untuk kesehatan. Phitochemical adalah zat, bukan gizi yang dapat dijumpai pada tumbuhan yang memilki aktifitas biologi yang menguntungkan tubuh, yakni sebagai antioksidan. Selain itu nanas juga mengandung enzim bromelain yang dapat mengubah protein pada susu daging dan gelatin sehingga membuat bahan makanan menjadi basah. Karena sifatnya itu, nanas dapat mengempukan  daging dengan  meletakkan  potongan nanas di atasnya, namun jangan terlalu lama supaya tidak mengalami kelembekkan.
Meskipun terasa asam buah nanas tidak berbahaya bagi penderita maag . kandunganphitochemicalnya dapat menurunkan PH tinggi hingga dapat mengontrol asam lambung. Untuk menambah khasiatnya nanas lebih baik dikonsumsi secara utuh. Seperti untuk campuran selada buah dan es buah. Tetapi perlu diingat juga, nanas yang  telah diolah menjadi dodol nanas, krippik nanas atau olahan nanas  lainnya, zat gizi atau enzimnya sudah tidak utuh lagi.
Agar dapat  memanfaatkan nanas secara optimal kita juga perlu memanfaatkan kualitas dari nanas   tadi. Pilihlah nanas yang telah matang, jangan yang rusak atau cacat yang warnanya kecoklatan dan kalau bisa yang masih mengandung kadar air.
sumber ; duniatanaman.com

--------------------------------------

Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Jeruk Siam Dan Penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD)

Sesuai dengan namanya, jeruk siam berasal dari negeri gajah putih (Thailand). Para pemulia tanaman buah Thailand melepas varietas jeruk ini sebagai jeruk unggulan. Para pekebun di Indonesia memilih varietas ini karena ukuran buahnya besar, rasa seragam dan adaptif. Pasarpun menghargai jeruk ini cukup tinggi.
Sekitar tahun 1980-an, pekebun banyak menanam jeruk siam. Persebarannya meliputi daerah Purworejo, Malang, Pati, Sukabumi dan Tasikmalaya. Agroklimat dan lingkungannya sesuai yang disyaratkan varietas ini. Tidak heran panen yang dihasilkan oleh pekebun bagus-bagus dan produktivitasnya tinggi. Tetapi kegembiraan para pekebun tidak berlangsung lama. Sejak tanaman jeruknya terjangkiti penyakit CVPD, luas areal penanamannya mengalami penyusutan. Di daerah Malang, para pekebun mengganti jeruk mereka dengan apel. Di daerah Purworejo, sebagian kebun jeruk diganti oleh pekebun dengan tanaman cengkeh. Mereka tidak mampu menyelamatkan tanaman jeruknya yang terserang citrus vein phloem.
Biang kerok penyakit citrus vein phloem adalah sejenis virus. Virus ini menyasar jaringan floem. Fungsi jaringan floem ini mengedarkan nutrisi dari dalam tanah ke seluruh bagian tanaman. Terganggunya fungsi jaringan floem mengakibatkan tanaman jeruk kekurangan nutrisi. Masa inkubasi virus ini tergolong lama. Waktunya mencapai bertahun-tahun. Para pekebun baru menyadari tanaman jeruknya terserang citrus vein phloem setelah produksi panennya terus-menerus menurun. Pada tahun pertama hingga kedua sejak tanaman jeruk mereka terinfeksi, tidak tampak gejala yang nyata pada tanaman ini. Gejala nyata terlihat setelah pada daun dan rantingnya mengalami kelayuan dan mengering. Kalau sudah tampak demikian, tanaman jeruk tak terselamatkan lagi.
Sampai saat ini, belum ada obat yang ampuh untuk menghadapi serangan virus ini. Virus berada dalam jaringan tanaman diselundupkan oleh agen pembawa. Agen pembawa ini antara lain aphids, thrips dan tungau. Agen pembawa ini dapat dibasmi para pekebun dengan insektisida. Lahan bekas tanaman jeruk diganti dengan tanaman lain untuk memutus mata rantai agen pembawa.
Sebagian ilmuwan berpendapat citrus vein phloem menyerang jeruk siam karena adanya sifat negatif genetis. Sistem pertahanan jeruk ini tak mampu menangkis serangan virus ini. Bukti ini dijumpai pada jeruk purut. Serangan virus mampu ditahan oleh jeruk purut. Sifat menguntungkan ini dapat dimanfaatkan oleh para pekebun. Lahan bekas jeruk siam dapat diganti oleh para pekebun dengan jeruk purut.
SUMBER ; duniatanaman.com


----------------------------------

Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Sawo, Buah "Asli" Indonesia

Written By INSPIRASI on Saturday, May 7, 2011 | 6:13 PM

Buah sawo barangkali menjadi satu-satunya buah yang dianggap buah asli Indonesia.Buktinya kalau manyebut warna kulit orang asli Indonesia rata-rata pada menjawab berkulit sawo matang,he..he…Karena memang rata-rata kulit orang Indonesia berwarna coklat seperti buah sawo.

Padahal sebenarnya Sawo berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko.Pohon sawo banyak ditanam di India, Sri Lanka, Filipina, Meksiko, Venezuela, Guatemala, dan Amerika Tengah.Di Negara-negara tersebut buah sawo sudah dibudidayakan secara komersial.

Di Indonesia, sawo umumnya dibudidayakan sebagai tanaman pekarangan untuk dinikmati buahnya, terutama di daerah Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.Buah sawo di negara kita tidak menjadi buah yang mewah.Sangat sulit bagi kita menemukan buah sawo berada di rak-rak supermarket ternama.Biasanya sawo banyak dijual di pasar-pasar tradisional.Tapi jangan anggap enteng ya manfaat buah sawo ini.Bekalsehat pun mempunyai satu pohon sawo di depan rumah.Walau masih kecil, tapi sudah berbuah lho.. (Liat saja fotonya).Sepengetahuan bekalsehat sebetulnya banyak jenis sawo.Di Jawa Tengah ada satu jenis sawo yang sering disebut sawo kecik.Dinamai sawo kecik karena ukuran buahnya lebih kecil dan berwarna merah tua dan daging buahnya lebih muda dari sawo biasa.Tapi dari rasanya hampir sama dengan sawo yang umum kita kenal.

Buah sawo (Achras sapota L) cukup familier bagi masyarakat Indonesia.. Dalam bahasa Inggris, sawo disebut sapodilla, chikoo, atau sapota, di Filipina dikenal sebagai tsiko, dan di Malaysia ciku. Di India, sawo disebut chikoo,. Masyarakat Tionghoa menyebut buah sawo sebagai hong xiêm.

Dalam kondisi matang, buah ini dapat dibuat menjadi minuman segar atau sebagai campuran es krim. Buah sawo matang biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar dan sedikit bergetah. Baunya harum dan rasanya manis lezat .Rasa getahnya masih sering melekat pada mulut apalagi kalau buahnya kurang matang.Pada buah yang sangat matang kadang-kadang terasa agak mengkristal seperti butiran-butiran yang lembut.Karena rasanya yang manis tersebut,sudah pasti kalau sawo kaya gula, sawo juga mengandung zat gizi lain seperti mineral, vitamin, karbohidrat, dan serat pangan.
Konon Buah ini juga baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Rasa buah sawo yang manis membuat buah ini banyak penggemarnya. Rasa manis ini disebabkan kandungan gula dalam daging buah dengan kadar 16 hingga 20 persen. Buah sawo memiliki kandungan mineral cukup baik. Buah ini merupakan sumber kalium yang baik, yaitu 193 mg/100 g. Di lain pihak, sawo juga memiliki kadar natrium yang rendah, 12 mg/100 g. Perbandingan kandungan kalium dan natrium yang mencapai 16:1 menjadikan sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh darah.
Biji buah sawo
 
Biji sawo berwarna hitam berkilat atau coklat kehitaman. Bentuknya pipih dan besar. Biji sawo pada jaman kakek-nenek kita sering digunakan untuk bermain dakon.Biji sawo mengandung saponin, kuersetin, dan minyak sebanyak 23 persen. 

Perlu dicatat, biji sawo sebaiknya tidak dikonsumsi karena kandungan asam hidrosianik yang cukup tinggi dapat menjadi racun. Sementara itu, bunga sawo merupakan bahan utama pembuatan param, yaitu bubuk obat tradisional yang digosokkan pada seluruh badan pada ibu yang baru melahirkan.
Kandungan lain buah sawo
Dalam daging buah sawo terkandung pula lemak; protein; vitamin A, B, dan C; mineral besi, kalsium, serta fosfor. 
Kandungan mineral lainnya per 100 gram buah sawo adalah: kalsium (21 mg), magnesium (12 mg), fosfor (12 mg), selenium (0,6 mg), seng (0,1 mg), dan tembaga (0,09 mg).

Sawo juga kaya akan vitamin C, yaitu 14,7 mg/100 g. Konsumsi 100 gram sawo dapat memenuhi 24,5 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap hari. Vitamin C dapat bereaksi dengan berbagai mineral di dalam tubuh. Vitamin C berperan penting dalam metabolisme tembaga.
Selain itu, konsumsi vitamin C dalam jumlah cukup dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Vitamin C juga dapat berinteraksi dengan berbagai vitamin lain, seperti vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan.
Buah sawo juga mengandung asam folat, 14 mkg/100 g. Asam folat diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Asam folat juga dapat membantu pencegahan terbentuknya homosistein yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Vitamin lain yang juga terkandung pada buah sawo adalah: riboflavin, niasin, B6, dan vitamin A. Meskipun dapat digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral, sawo sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena getahnya dikhawatirkan akan mengganggu saluran pencernaan.

Buah sawo juga mengandung banyak gula sehingga baik untuk digunakan sebagai sumber energi. Namun, buah ini tidak dianjurkan bagi penderita diabetes melitus karena dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Buah yang telah matang dapat disimpan pada suhu rendah untuk memperpanjang umur simpannya. Buah matang yang disimpan pada suhu 0 derajat celsius dapat bertahan 12-13 hari. Buah yang masih mentah bila disimpan pada suhu 15 derajat celsius dapat bertahan dalam keadaan baik selama 17 hari. Buah sawo mentah yang disimpan pada suhu lebih rendah lebih dari 10 hari tidak akan matang secara normal.
Buah sawo sangat rawan tercemar mikroba karena kandungan air dan zat gizinya yang tinggi. Geotrichum candidum, Cladosporum oxysporium, dan Penicillium italicum adalah contoh mikroba yang sering terdapat pada buah sawo.

Sawo

Written By INSPIRASI on Friday, May 6, 2011 | 6:56 AM

Sawo
(Sapodilla (Ingg.), Manilkara achras (mill.) Fosb. (Latin))
Deskripsi:
  • Famili Sapotaceae.  Tanaman perennial, batang berkayu keras, dengan sistem percabangan cukup rapat dapat mencapai ketinggian 20 m.  Daun sawo berbentuk bulat memanjang, tumbuh menggerombol pada bagian ujung ranting.  Warna daun hijau mengkilap di bagian atas dan hijau muda tua kecoklatan di bagian bawah tergantung jenisnya.  Bentuk buah mulai bulat, bulat telur sampai bulat memanjang.  Warna kulit buah matang coklat, coklat kekuningan, coklat kemerahan, atau hijau.
Jenis:
  • Sawo Manila (Manilkara zapota)
    Berbentuk lonjong, daging buah cukup tebal dan banyak mengandung air.  Sawo yang termasuk kelompok sawo manila :

    • Sawo Kulon
      Buah lonjong, biji banyak, bergetah dan relatif tahan lama disimpan.
    • Sawo Betawi
      Buah lonjong besar, tidak bergetah maupun berbiji dan rasanya manis namun kurang tahan lama disimpan karena daging buah yang lembek
    • Sawo Karat
      Buah agak lonjong besar, kulit tebal dan kasar, berbintil-bintil kecil.  Dipanen dalam stadium masih mentah, bila masak di pohon akan berkerut-kerut.
    • Sawo Malaysia
      Buah lonjong besar dan rasanya manis.
  • Sawo Apel
    Berbentuk bulat atau bulat telur (mirip apel), berukuran kecil hingga agak besar dan bergetah banyak.  Sawo yang termasuk kelompok sawo apel :

    • Sawo Apel Kelapa
      Buah bulat kecil, kulit tebal, bergetah, berbiji banyak dan tahan disimpan.
    • Sawo Apel Lilin
      Buah agak besar, bulat, daging buah agak keras seperti mengandung pasir.
  • Sawo Duren (White Sapota (Ingg.), Casimiroa edulis La Llave (Latin))
    Sawo duren memiliki aroma seperti durian.  Buah bulat berukuran agak besar hingga besar, kulit buah halus dan licin, dan warna daun mirip tanaman durian.

    • Sawo Duren Hijau
    • Sawo Duren Merah
Syarat Tumbuh:
  • Dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 700 m dpl.  Curah hujan 2000 mm- 3000m/tahun, suhu 22 o – 32 o C, toleran terhadap naungan.  Tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dengan pH 6-7.
Pembibitan:
  • Biji
    Pembibitan asal biji memerlukan waktu yang lama hingga siap tanam.  Selain itu tanaman yang berasal dari biji mulai berbunga pada umur sekitar 6-10 tahun.
  • Penyambungan
    Praktek penyambungan tanaman sawo masih jarang dilakukan, namun dilaporkan penyambungan sawo dengan batang bawah melali/bassi menunjukkan kecocokan namun kurang berhasil dalam produksi buah.  Mulai berbunga pada umur 4-6 tahun.
  • Pencangkokan
    Pencangkokan banyak dilakukan oleh para penangkar bibit tanaman buah-buahan.  Bibit asal cangkokan dapat mulai berbuah pada umur kurang dari setahun.
Hama dan Penyakit:
  • Lalat buah (Dacus dorsalis) dapat menyebabkan kerusakan pada buah
  • Kutu bubuk dan Aphid nerusak daun, pucuk, bunga dan buah muda.
  • Penyakit jambu (Corticium salmonicolor) mematikan cabang yang terserang
  • Penyakit bercak daun (Phaeopheospora indica)

    Sumber : situshijau.co.id

Rambutan

Rambutan
(Rambutan (Ingg.), Nephelium lappaceum L. (Latin))
Deskripsi:
  • Famili Sapindaceae.  Tanaman asli Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia tanaman rambutan menyebar dari dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl dengan iklim basah merata sepanjang tahun sampai tipe iklim yang memiliki 1-3 bulan kering.  Tanaman rambutan dapat mencapai ketinggian 12-15 m. Batang bulat atau bulat tidak teratur dengan warna kelabu kecoklatan, bercabang banyak dan lurus berdiameter 40-60 cm.  Tajuk pohon bulat, jorong, piramida, tumpul, melebar, tidak teratur atau ujungnya terbuka, tampak hijau merimbun.
Beberapa varietas unggul rambutan yang telah dikembangkan:
  • Rambutan Binjai
    Asal dari Pasarminggu. Tinggi tanaman 6-7 m (bibit asal cangkok).  Tajuk pohon 10-12 m.  Bentuk daun bulat panjang dengan ujung tumpul.  Warna daun hijau tua. Bentuk buah agak lonjong dengan rambut panjang, jarang dan kesat dengan warna rambut merah dan ujung hijau.  Warna kulit buah matang merah tua.  Daging buah ngelotok dengan kulit biji melekat.  Rasa buah manis agak kering.  Berat buah sekitar 30 g dengan produksi per pohon 40-68 kg.
  • Rambutan Sirapeah (Rapiah)
    Asal dari Pasarminggu.  Tinggi tanaman 6.5-7.5 m (asal cangkok). Tajuk pohon 10-11 m. Bentuk daun bulat panjang dengan ujung tumpul berwarna hijau tua.  Bentuk buah bulat memmpunyai pelat dengan rambut sangat pendek, agak jorong dan keras.  Warna kulit buah matang hijau kekuningan dengan warna rambut hijau dengan ujung kemerahan.  Daging buah ngelotok, kulit biji agak melekat, rasa manis.  Berat buah sekitar 20 g dengan produksi per pohon 18-30 kg.
  • Rambutan Lebak Bulus
    Asal dari Pasarminggu.  Tinggi tanaman 5-10 m dengan tajuk pohon 6-8 m.  Bentuk daun bulat panjang dengan ujung runcing.  Warna daun hiaju tua.  Bentuk buah bulat dengan rambut panjang jarang dan halus.  Warna rambut merah dengan ujung kekuninga.  Warna kulit buah matang merah.  Daging buah ngelotok, kulit biji melekat dengan rasa manis berair.  Berat buah sekitar 25 g dengan produksi/pohon 50-100 kg.
  • Rambutan Sibongkok
    Asal Sungai Lulut, Kalimantan Selatan.  Tinggi tanaman 6-8 m.  Tajuk pohon 5-7 m.  Bentuk daun bulat panjang dengan ujung meruncing berwarna hijau tua.  Bentuk buah merah tua kecoklatan, dengan warna rambut merah tua.  Daging buah ngelotok dengan kulit biji agak melekat.  Rasa manis agak kering.  Berat buah 50-60 g dengan produksi/pohon 175-225 kg.

Pisang

Pisang
(Banana (Ingg.), Musa sp. (Latin))
Botani:
  • Famili Musaceae dari ordo Scitaminae dan terdiri dari dua genus, yaitu genus Musa dan Ensete.  Genus Musa terbagi dalam empat golongan, yaitu Rhodochlamys, Callimusa, Australimusa dan Eumusa.  Golongan Australimusa dan Eumusa merupakan jenis pisang yang dapat dikonsumsi, baik segar maupun olahan.  Buah pisang yang dimakan segar sebagian besar berasal dari golongan Emusa, yaitu Musa acuminata dan Musa balbisiana.  Tanaman pisang merupakan tanaman asli daerah Asia Tenggara dengan pusat keanekaragaman utama wilayah Indo-Malaya.
  • Tanaman pisang termasuk dalam golongan terna monokotil tahunan berbentuk pohon yang tersusun atas batang semu.  Batang semu ini merupakan tumpukan pelepah daun yang tersusun secara rapat teratur.  Percabangan tanaman bertipe simpodial dengan meristem ujung memanjang dan membentuk bunga lalu buah.  Bagian bawah batang pisang menggembung berupa umbi yang disebut bonggol.  Pucuk lateral (sucker) muncul dari kuncup pada bonggol yang selanjutnya tumbuh menjadi tanaman pisang.  Buah pisang umumnya tidak berbiji/bersifat partenokarpi.
Syarat Tumbuh:
  • Tanaman pisang dapat ditanam dan tumbuh dengan baik pada berbagai macam topografi tanah, baik tanah datar ataupun tanah miring.  Produktivitas pisang yang optimum akan dihasilkan pisang yang ditanam pada tanah datar pada ketinggian di bawah 500 m di atas permukaan laut (dpl) dan keasaman tanah pada pH 4.5-7.5.  Suhu harian berkisar antara 25 - 27 o C dengan curah hujan 2000-3000 mm/tahun. 
Jenis-jenis Pisang yang Dikonsumsi:
  • Pisang Ambon Kuning
    Pisang Ambon Kuning cocok untuk hidangan buah segar, memiliki ukuran buah lebih besar daripada pisang ambon lainnya dengan kulit buah tidak terlalu tebal dengan warna kuning muda. Daging buah yang sudah matang berwarna putih kemerahan.  Rasa daging buah pulen, manis, dan aromanya harum.  Dalam satu  tandan terdapat 6-9 sisir (satu sisir berisi 15-20 buah) dengan berat per tandan 18-20 kg.
  • Pisang Ambon Lumut
    Pisang Ambon Lumut cocok untuk hidangan buah segar.  Kulit buah berwarna hijau walaupun sudah matang dan lebih tebal daripada kulit buah pisang ambon kuning.  Daging buah hampir sama dengan pisang ambon kuning hanya sedikit lebih putih.  Daging buah agak keras, aroma lebih harum dan rasanya lebih manis.  Dalam satu tandan terdapat 7-12 sisir dengan berat 15 – 18 kg..
  • Pisang Ambon Putih
    Pisang Ambon Putih cocok untuk hidangan buah segar.  Ukuran buah lebih besar daripada pisang ambon lumut. Kulit buah yang sudah matang berwarna kuning keputih-putihan.  Daging buah berwarna puith kekuningan dengan rasa agak asam, dan beraroma harum.  Dalam satu tandan terdapat 10-14 sisir dengan berat 15-25 kg.
  • Pisang Barangan
    Pisang Barangan cocok untuk hidangan buah segar.  Pisang Barangan terdiri dari 2 jenis, yaitu pisang barang yang berwarna kemerah-merahan dan yang berwarna kuning.  Pisang Barangan yang berwarna kemerah-merahan memiliki daging buah yang lebih besar dan rasa yang lebih enak dan aroma yang lebih harum daripada yang berwarna kuning.  Dalam satu tandan terdapat 5-12 sisir degang berat 9-20 kg.
  • Pisang Raja  
    Pisang Raja cocok untuk hidangan buah segar maupun olahan.  Kulit buah tebal dan berwarna kuning berbintik hitam pada buah yang telah masak.  Ukuran buah cukup besar dengan diameter 3,2 cm dan panjang 12-18 cm.  Daging buah yang telah matang berwarna kuning kemerahan bila dimakan terasa legit dan manis dengan aroma harum.  Dalam satu tandan terdapat 6-9 sisir (setiap sisir berisi 14-16 buah) dengan berat per tandan 12-16 kg.  Bunga muncul 14 bulan sejak anakan dan buah akan masak 5,5 bulan kemudian.
  • Pisang Kepok
    Pisang Kepok cocok untuk makanan olahan.  Jenis pisang kepok yang lebih dikenal adalah pisang kepok putih dan pisang kepok kuning dengan warna daging buah sama seperti namanya. Daging buah bertekstur agak keras dengan aroma yag kurang harum. Kulit buah sangat tebal dan berwarna hiaju kekuningan pada buah yang telah masak. Pisang kepok kuning rasanya lebih enak daripada pisang kepok putih.  Dalam satu tandan dapat mencapai 10-16 sisir (satu sisir berisi 20 buah pisang) dengan berat per tandan 14-22 kg.
  • Pisang Tanduk
    Pisang Tanduk cocok untuk makanan olahan. Buahnya berukuran besar dengan panjang lebih dari 20 cm.  Kulit buah tebal dan berwarna kuning kemerahan berbintik hitam.  Daging buah yang sudah matang berwarna putih kemerahan.  Dalam satu tandan terdapat hanya sekitar 1-3 sisir (satu sisir terdiri dari 10-15 buah) dengan berat per tandan 7-10 kg.
  • Pisang Badak
    Kulit buah agak tebal, berwarna kuning berbintik hitam.  Daging buah berwarna puith kekuningan.  Rasa buah manis agak asam dengan aroma kurang harum.  Dalam satu tandan terdapat 7-9 sisir dengan berat per tandan mencapai 14 – 18 kg.
  • Pisang Nangka
    Pisang Nangka cocok untuk makanan olahan.  Buah berukuran agak panjang, sekitar 15 cm.  Kulit buah agak tebal dan berwarna hijau walaupun sudah matang (buah yang sangat masak berwarna hijau kekuningan).  Daging buah berwarna kuning kemerahan dengan rasa manis agak asam dan beraroma harum.  Dalam satu tandan terdapat 7-8 sisir dengan berat tandan 11-14 kg.
  • Pisang Mas
    Pisang Mas cocok untuk hidangan buah segar.  Buah berukuran kecil-kecil dengan diameter 3-4 cm.  Kulit buah tipis dengan warna kuning cerah pada buah yang masak.  Daging buah lunak, rasanya sangat manis dan aromanya harum.  Dalam satu tandan terdapat 5-9 sisir (satu sisir dapat mencapai 18 buah) dengan berat per tandan 8-12 kg.
  • Pisang Susu
    Pisang Susu cocok untuk hidangan buah segar.  Ukuran buah kecil hampir sama dengan pisang mas.  Kulit buah tipis, berwarna kuning berbintik hitam.  Daging buah putih kekuningan. Rasa buah manis, lunak dan berarom harum.  Dalam satu tandan terdapat sekitar 8 sisir (satu sisir berisi 12-16 buah) dengan bertat per tandan 12-16 kg.
  • Pisang Cavendish
    Pisang Cavendish cocok untuk hidangan buah segar.  Dari 36 subkultivar pisang cavendish hanya beberapa subkultivar yang telah diusahakan sebagai tanaman perkebunan, yaitu:

    • Grain Naine, berasal dari Perancis.  Bentuk buah silindris dari atas ke bawah membentuk kerucut.  Setiap tandap terdiri dari 12 sisir(satu sisir terdiri dari 24-36 buah)  dengan bobot 45-65 kg.  Jarak antar sisir cukup longgar sehingga jumlah buah yang salah bentuk tidak banyak.
    • Petit Naine, berasal dari Perancis.  Buah berukuran kecil dan cukup ringan.  Rasanya kurang manis.  Jarak antar sisir cukup dekat sehingga banyak buah yang salah bentuk.
    • Omalag, berasal dari Filipina.  Buah di tandan bagian atas berukuran relatif besar selanjutnya makin ke bawah makin mengecil.  Jarak antar sisir berdekatan.
    • William, berasal dari Australia.  Dibedakan menjadi dua, yaitu william tall dan william small.  Ukuran buah relatif seragam dengan kulit buah tipis berwarna kuning kehijauan ketika matang.  Jarak antar sisir cukup jauh.  Bobot buah per tandan 35-50 kg.
    • Valery, berasal dari Amerika Tengah.  Bentuk buah cukup bagus karena jarak antar sisir relatif jauh.  Setiap tandan terdiri dari 14-20 sisir dengan bobot per tandan 35-50 kg.
Kandungan Gizi:
  • Kandungan gizi yang terdapat dalam buah pisang cukup tinggi.  Nilai gizi yang terdapat tiap 100 g buah pisang adalah kalori sebesar 79 kal, protein 1.2 g, lemak 0.2 g, kalsium 8.0 g, besi 0.5 mg, vitamin A 1.0 mg, vitamin C 10 mg dan vitamin B 0.08 mg.
Penggunaan:
  • Buah pisang tidak hanya dikonsumsi dalam keadaan segar namun juga dikonsumsi dalam bnetuk olahan.  Buah pisang dapat diproses menjadi tepung pisang, pure, bir, cuka, kripik, sale, dodol, dan saus. 
  • Tanaman pisang termasuk tanaman yang serbaguna.  Selain buahnya, bagian lainnya juga dapat dimanfaatkan.  Bonggol pisang dapat dijadikan soda sebagai bahan baku sabun dan pupuk kalium.  Batangnya dapat digunakan sebagai pengahsil serat bahan baku kain dan makanan ternak.  Daun pisang banyak digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional.
Penanaman:
  • Membuat lubang tanam 50 x 50 x 50 cm
  • Berbagai Jarak Tanam pada Penanaman Beberapa Kultivar Pisang di Indonesia
Jarak tanam (m)
Kultivar pisang
2 x 2
mas, barangan
3 x 3
dwarf cavendish, gross michel, nangka, raja, raja sereh
4 x 4
giant cavendish, tanduk, kepok
  • Pupuk kandang yang telah dicampur furadan diberikan sebesar 15 kg per lubang tanam (untuk tanah berpasir sebesar 20 – 25 kg)
  • Ditaburkan pupuk fosfat 20 g di dasar lubang tanam dan ditutup tanah tipis
  • Sebelum ditanam, bibit dicelupkan ke dalam fungisida Dithane M-45 dengan konsentrasi 1.5 mg/l dan pada lubang tanam ditaburkan furadan sebanyak 10 g
  • Penanaman pisang dilakukan secara bertahap (2 tahap, setahun dua kali) dengan selisih penanaman 6 bulan.  Penanaman pertama dilakukan dengan jarak tanam renggang (4 mx 4 m), kemudian penanaman tahap kedua dilakukan di antara jarak tanam yang telah datanami.  Tujuan penanaman seperti ini adalah untuk mengatur waktu panen dan pembongkaran tanaman pada tahun ke 5, 9 , 13, 17 agar tidak serempak sehingga pada tahun-tahun tersebut masih dimungkinkan adanya panen.
  • Pemupukan dilakukan 4 kali setahun, yaitu pada saat tanam dan sesudah tanam sebanyak 3 kali.  Dosis pupuk tegantung dari tingkat kesuburan tanah.  Jika kandungan N tanah rendah maka pupuk N (ZA) yang diberikan sekitar 1900 kg/ha/tahun.  Jika kandungan N tinggi maka pupuk N (ZA) yang diberikan hanya 900 kg/ha/tahun.  Pemberian pupuk N dibagi menjadi 4 kali, ¼ bagian waktu tanam dan sisanya dibagi merata dalam tiga kali pemupukan.  Pupuk fosfat diberikan saat tanam sebesar 160 kg/ha. Pupuk kalium diberikan sebesar 800 kg/ha/tahun sampai 1250 kg/ha/tahun dengan cara aplikasi sama seperti pupuk N.
Pemeliharaan Tanaman:
  • Pengendalian gulma dilakukan secara manual dan mekanis.  Penyiangan dengan mesin ring wedding berjari-jari 1 meter dilakukan saat tanaman berumur 1 bulan sampai 5 bulan.   Pada usia tiga bulan pertama pembersihan gulma dilakukan secara intensif untuk mengurangi akibat negatif dari kompetisi.  Pengendalian gulma sudah mulai dapat dikurangi pada usia tanaman 5 bulan karena kanopi tanaman dapat menekan pertumbuhan gulma.      Setelah tanaman berumur 5 bulan (tinggi sekitar 1-1.5 m), pengendalian gulma dilakukan dengan herbisida. Penggunaan herbisida pada saat tanaman mencapai ketinggian 1-1.5 meter bertujuan agar daun tanaman pokok tidak terganggu oleh herbisida.  Penyiangan dilakukan dengan selang waktu 2-3 bulan sekali.
  • Penjarangan anakan dilakukan dengan memelihara 1 tanaman induk  (berusia 9 bulan), 1 anakan/daughter (berusia 7 bulan), dan 1 anakan muda/grand daughter (berusia 3 bulan), dilakukan rutin setiap 6-8 minggu. Tujuan dari penjarangan tanaman adalah menjaga kestabilan jarak tanam, dan menjaga kontinuitas produksi melalui pemilihan umur anakan dalam satu rumpun.  Anakan berumur 6 bulan dapat digunakan sebagai bahan tanaman untuk inisiasi kebun baru dan ditanam di antara baris tanaman pada penanaman tahap pertama. Pembongkaran dilakukan pada tahun ke-5.  Rumpun pisang hasil penanaman tahap pertama dibongkar pertama kali dilanjutkan pembongkaran kedua pada 6 bulan berikutnya pada sisa rumpun yang ada. 
  • Pemotongan bunga jantan dilakukan setelah 2 sisir terakhir muncul kira-kira 30 hari setelah anthesis.  Kemudian buah dibungkus dengan kantong plastik (polyethylene) Dursband 1E yang mengandung insektisida pada umur 50 hari setelah anthesis.  Pohon yang sedang berbuah ditopang dengan bambu atau mengikatkan pangkal tandan pisang pada kabel yang terbentang diantara barisan tanaman pisang agar batang tidak roboh sebelum buah dipanen.
  • Pemberian air dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.  Cara pemberian air dapat dengan sistem leb  atau mengalirkan air melalui saluran irigasi.  Perkebunan-perkebunan pisang di luar negeri seperti Filipina, Brasil dan Panama menerapkan tiga cara irigasi buatan untuk mengairi tanaman pisang, yaitu irigasi curah di atas kanopi (over head system), irigasi curah di bawah kanopi (under tree system), dan irigasi tetes (drip irrigation system).
  • Pemeliharaan sanitasi kebun dilakukan tiap 45 hari sekali meliputi kegiatan pembersihan daun kering, penjarangan anakan dan pembuangan sisa tanaman bekas panen.  Pemeliharaan sanitasi kebun bertujuan untuk menjaga lingkungan kebun yang sehat dan baik bagi pertumbuhan tanaman pisang.
Hama dan Penyakit:
  • Hama:
    • Ulat Penggulung Daun (Erionata thrax) menyebar di Asia Tengara.  Gejala: larva instar awal membuat irisan miring pada tepi daun dan menggulung ke atas bagian yang terpotong sebagian dan lambat laun gulungan makin lebar.  Pada serangan berat hanya tersisa tulang daun dan gulungan daun. Curah hujan yang tinggi menekan populsi instar awal.  Pada daerah yang terlindung dari angin populasi hama tinggi.
    • Penggerek Buah Pisang (Nacoleia octasema) menyebar di Asia Tenggara.  Gejala: seperti kudis  buah bercak kecoklatan sebagian membusuk. 
    • Penggerek Batang Pisang (Cosmopolies sordidus) menyebar di daerah tropika.  Gejala: larva instar awal membuat beberapa gerekan memanjang pada jaaringan bagian luar hinga menembus seludang daun bagian dalam di dekatnya.  Hama ini menggerek pangkal batang dan rhizoma.  Serangan di daerah pegunungan lebih tinggi dari dataran rendah.  Populasi hama banyak terdapat pada tanaman yang terlalu tua serta pada tungul dan rhizoma yang tersisa.  Pengendalian: sanitasi kebun dan pemanenan secara periodik.
    • Odoiporus longicallis  merupakan hama sekunder.  Larva menggerek ke dalam tengah batang hinga seludang daun.
  • Penyakit:
    • Penyakit Layu Fusarium (Penyakit Panama) disebabkan oleh Fusarium oxysporium.  Penyakit ini merupakan penyakit yang merugikan setelah layu bakteri dan menyebar luas diseluruh dunia.
      • Gejala:
        • Tepi daun bawah kuning tua lalu menjadi coklat dan mengering
        • Pangkal tangkai daun patah
        • Kadangkala batang palsu bagian luar belah dari pangkal
        • Pada belahan membujur pangkal batang palsu tedapat garis-garis coklat kehitaman ke berbagai arah (pada pangkal batang)  batang batang palsu hingga tangkai daun terjadi perubahan warna berkas pembuluh
      • Pengendalian: Pencegahan
    • Bercak daun cercospora (penyakit sigatoka) disebabkan oleh Mycosphaerella musicola.  Penyakit ini kadang kala merugikan  dapat menurunkan kuantitas dan kualitas buah namun kurang mendapat perhatian di Indonesia.
      • Gejala:
        • Bercak kecil memanjang kuning pucat atau hijau kecoklatan sejajar tulang daun
        • Bercak membesar menjadi coklat tua hingga hitam ellips (0.5 cm x 1.5 cm)
        • Pada daun tua pusat bercak mengering kelabu dengan tepinya coklat tua dengan halo kuning
        • Pada pusat bercak ada titik hitam
    • Bercak daun cordana disebabkan oleh Cordana musae.  Penyakit ini terdapat di tiap negara penanam pisang namun dianggap kurang penting.
      • Gejala:
        • Bercak ellips kecil kemudian membesar coklat pucat  konsentris dengan halo kuning
        • Sering bercampur dengan bercak cercospora
        • Bercak dapat merupakan hawar
    • Penyakit kerdil pisang disebabkan oleh Banana Bunchy Top Virus (BBTV).  Penyebaran penyakit di Asia Tenggara, Asia Selatan,  PasifikAustralia, dan beberapa negara Afrika.
      • Gejala:
        • Awal: garis-garis pendek terputus-putus diselingi titi-titik terdapat di antara dan sejajar tulang-tulang daun sekunder
        • Lanjut: daun-daun yang muncul berikutnya (daun-daun muda) tumbuh lebih tegak  lebih pendek  lebih sempit  tangkai daun lebih pendek. Sepanjang tepi daun terjdai klorosi dan kering  daun menjadi rapuh. Infeksi pda tanaman muda menyebabkan tanaman tidak berproduksi
      • Pengendalian:
        • penerapan karantina tumbuhan
        • penggunaan bibit bebas virus
        • roguing
        • penggunaan insektisida
    • Pseudomonas solanacearum atau penyakit layu bakteri pisang.(penyakit moko).  Serangan terjadi terutama saat pisang menjelang berbunga.  Tanaman tiba-tiba layu tanpa didahului menguningnya daun.  Pada bonggol pisan terdapat lendir.
    • Xanthomonas celebens (penyakit darah).  Bakteri menyerang pembuluhbatang pisang melalui akar.  Pembuluh yang terserang akan mengeluarkan cairan seperti darah apabila dipotong.
Pengendalian Kuantitas dan Kualitas Produk:
  • Kegiatan pengendalian kuantitas dan kualitas produk bertujuan untuk menjaga buah agar memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan terutama untuk tujuan ekspor.  Rusaknya buah (turunnya kualitas buah) dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain tandan buah menyentuh tanah karena pohon roboh, gesekan daun/gesekan mekanis lainnya terhadapbuah, serangan hama dan penyakit terhadap buah serta adanya getah yang menempel pada buah. 
  • Pengendalian ini dimulai sejak kuntum bunga muncul dari batang semu hingga buah siap panen.  Kegiatan yang dilakukan meliputi:
    • Penyuntikan kuntum bunga pada saat bunga (jantung) pisang muncul 2/3 dari pucuk batang semu dengan insektisida sistemik untuk mencegah serangan aphid yang dilakukan pada 10 cm dari ujung bunga
    • Pembuangan sisa bunga betina yang menempel pada buah setelah selesai pembungaan pada umur 30 hari setelah anthesis
    • Pembuangan daun terakhir dan daun tua yang menempel pada buah
    • Penyisaan daun pada saat fase perkembangan buah tidak kurang dari 4 helai
    • Pemasangan penyanggah pada tanaman yang sedang berbuah
    • Pembungkusan buah dengan plastik polyethylene yang mengandung insektisida pada saat tandan sudah terbentuk sempurna (50 hari setelah anthesis), jantung yang masih kuncup dan dua sisir buah terbawah dibuang.  Setelah dibungkus, tandan diberi tanda untuk menentukan waktu panen yang tepat sehingga umur dan ukuran buah seragam.
Penentuan Waktu dan Cara Panen:
  • Penentuan waktu panen yang tepat akan menghasilkan kualitas buah pisang yang baik.  Panen buah dilakukan saat tingkat perkembangan fisiologi buah maksimum.  Pada saat perkembangan buah maksimum, kandungan pati mencapai tingkat tertinggi sehingga dalam proses pematangan dapat diubah menjadi gula yang cukup tinggi. Secara visual, buah pisang yang siap panen menunjukkan tanda-tanda seperti bentuk buah tampak bulat berisi dan sudut penampangnya rata serta tangkai bekas putik telah gugur.
  • Cara pemanenan, yaitu batang pisang dipotong kira-kira setengah diameter batang pada ketinggian 1 m dari permukaan tanah.  Tandan buah ditahan agar tidak terjatuh ke tanah lalu dipotong.
  • Kriteria kematangan pisang:
TingkatKematangan
Warna Kulit Buah
Persen Pati
Persen Gula
Keterangan
1
Hijau
20
0.5
Keras
2
Hijau Mulai Kuning
18
2.5
-
3
Hijau lebih banyak dari Kuning
16
4.5
-
4
Kuning lebih banyak dari Hijau
13
7.5
-
5
Kuning lebih banyak namun ujung buah masih hijau
7
13.5
-
6
Seluruhnya kuning
2.5
18.0
Mudah dikupas
7
Kuning sedikit   bintik coklat
1.5
19.0
Masak penuh aroma
8
Kuning dengan banyak bintik coklat
1.0
19.0
Lewat masak, daging buah gelap, aroma tinggi sekali
Penanganan Pasca Panen:
  • Pemotongan sisir pisang dari tandannya
  • Pencucian sisir dari kotoran dan getah serta dilakukan seleksi buah
  • Pencucian sisir pisang yang sudah terseleksi dalam air bersih mengalir
  • Penyusunan sisir pada rak terbuka lalu dikeringanginkan dengan mengalirkan udara kering pada sisir-sisir pisang tersebut
  • Pengemasan sisir pisang pada kotak karton per 15 kg (3-5 sisir ukuran besar atau 6-9 sisir ukuran kecil)
  • Penyemprotan fungisida Al2(SO4)3 (120 ml/15 kg pisang)
  • Pengepakan pada kontainer

Artikel Islami

More on this category »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INSPIRASI - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger